Hidup Dan Mati Untuk Tuhan

By:
Tag: Renungan
Hidup Dan Mati Untuk Tuhan

Roma 14:8 (TB) "Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan"

Romans 14:8 (NRSV) "If we live, we live to the Lord, and if we die, we die to the Lord; so then, whether we live or whether we die, we are the Lord’s"

Hidup dan mati adalah masa sedangkan kepemilikan adalah kepastian. Jika kita sudah memastikan diri menjadi milik TUHAN maka baik masa hidup maupun mati tetap miliki TUHAN. Tidak ada masa yang berbeda dalam kepemilikan. Tidak ada manusia ketika hidup milik TUHAN lantas setelah mati menjadi milik Iblis. Demikian sebaliknya, tidak ada manusia yang semasa hidupnya milik Iblis lalu tiba mati dia menjadi miliki TUHAN. Artinya, TUHAN tidak pernah memiliki manusia hanya setengah masa, tetapi TUHAN memiliki kita sepanjang masa.

Dalam nas hari ini kita akan belajar tiga hal, yakni:

Pertama, jika kita hidup, hiduplah untuk Tuhan. 

Banyak orang yang tidak memahami arti hidup ini. Mereka berpikir setelah mereka dilahirkan, lalu besar, dan bersekolah, dan setelah selesai dalam pendidikan mereka bekerja mencari uang kemudian menikah sampai punya anak dan akhirnya menjadi tua lalu mati. Selesailah hidup ini.

Namun bagi kita, orang yang percaya kepada Yesus, kita mengerti arti hidup ini di dalam Tuhan. Selama kita hidup harus punya arti dan makna bahwa hidup ini berarti bekerja memberi buah. Kita sadar bahwa sebelum mengenal Tuhan Yesus kita adalah orang yang berdosa. Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

Tetapi bersyukur kepada Tuhan karena melalui pengorbanan Yesus Kristus kita menerima pengampunan dosa sehingga kita luput dari hukuman Allah (Rm. 6:23). Oleh sebab itu, selama Tuhan masih memberikan kita hidup maka berikanlah yang terbaik untuk Tuhan dengan melayani Tuhan sungguh-sungguh sesuai dengan karunia yang Ia berikan kepada kita masing-masing. Daud berkata dalam Mazmur 116:12, “Bagaimanakah akan kubalas kepada Tuhan segala kebajikan-Nya kepadaku?” Seringkali kita selalu meminta kepada Tuhan, tetapi sekarang biarlah kita juga belajar seperti Daud untuk membalas kebajikan Tuhan yang telah Ia nyatakan kepada kita. Inilah arti hidup bagi Tuhan.

Kedua, jika kita mati, matilah bagi Tuhan. 

Karena jika kita hidup menurut segala perintah-Nya, maka kita akan hidup untuk Kristus. Bagi umat beriman, kita tidak hidup untuk diri kita sendiri, dan juga tidak mati untuk diri kita sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Maka dengan selalu tinggal di dalam Dia, tidak menjadi soal apakah kita hidup atau mati. Rasul Paulus mengatakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Flp. 1:21) karena melalui kematian kita pergi untuk bertemu dengan Kristus dan diam bersama-sama dengan Dia (lih. Flp. 1:23). Pada saat itulah, kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya (1Yoh. 3:2). Maka dalam arti kehidupan kekal ini, maka dapat dikatakan, “hari kematian lebih baik dari hari kelahiran” (Pkh. 7:1).

Ketiga, baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan. 

Hidup kita adalah milik Tuhan. Kita sudah tidak “berhak” lagi atas hidup kita. Artinya adalah apapun yang kita lakukan, apapun yang kita pikirkan, semua harus bagi kepentingan Tuhan dan kerajaan-Nya. Bahkan ketika kita berdoa, kita seharusnya tidak berdoa hanya untuk kepentingan diri kita sendiri. Tetapi mulailah belajar berdoa dengan sikap hati yang benar, yaitu dengan mendatangkan kerajaan Allah di dunia ini (melalui hidup kita, termasuk doa yang sedang kita naikkan), dan menjadikan kehendak-Nya dalam hidup kita. Dengan sikap yang benar dalam setiap aspek kehidupan kita, maka kita akan mampu menjadi milik-Nya dengan benar, dan kita akan dipantaskan untuk dapat memanggil Yesus Kristus dengan sebutan Tuhan kita. Karena itu, pastikanlah bahwa kita adalah milik TUHAN baik masa hidup maupun mati.